Kamis, 27 Juli 2017

TENIK MEMBUAT OPERASIONALISASI DARI KONSEP



Operasionalisasi pada dasranya adalah menurunkan konsep sehingga dapat menjadi operasional, dapat diukur (diteliti). Pekerjaan penting dari analisis isi adalah menurunkan konsep sehingga dapat lebih operasional dan dapat diukur. Di bawah ini merupakan beberapa teknik dalam menurunkan konsep sehingga dapat lebih operasional. Uraian didasarkan pada Krippendorff (2004; 162-169).
Kubus
Langkah paling mudah untuk menurunkan konsep dengan menggunakan pola kubus ini adalah peneliti mencari dimensi dari konsep yang dapat diturunkan ke dalam variabel sehingga dapat diukur. Pola Pidato dalam ilustrasi ini diturunkan ke dalam dimensi berupa bentuk dan tujuan pidato.
Konsep
Dimensi
Variabel
Indikator
Butir (Lembar Coding)
Pola pidato
Bentuk dari Pidato
Bentuk pidato
Bentuk pidato
Pidato
1.      Kritik-analisis
Pidato yang dimaksudkan sebagai kritik terhadap lawan politik. Isi pidato berupa analisis atas kondisi atau situasi.
2.      Kritik-fakta.
Pidato yang dimaksudkan sebagai kritik terhadap lawan politik. Isi pidato tentang fakta dan data untuk mengkritik lawan politik.
Tujuan Pidato
Tujuan Pidato
Tujuan Pidato

Pohon
Teknik operasionalisasi ini dilakukan secara berjenjang. Konsep diturunkan ke dalam dimensi dan elemen yang lebih kecil dan diturunkan kembali secara terus menerus sehingga ditemukan indicator yang spesifik. Dengan cara ini konsep yang abstrak dapat dioperasionalisasikan secara konkret dan dapat diukur. Teknik ini disebut sebagai teknik pohon (tree) karena memang prosesnya seperti kita menggambarkan sebuah pohon, dimana dimulai terlebih dahulu dari batang, dari batang dibuat dahan, dari dahan dibuat ranting, dan dari ranting kemudian dibuat daun.

Sebagai ilustrasi, misalnya kita membuat analisis mengenai objektivitas pemberitaan media. Objektivitas adalah konsep yang abstrak. Agar objektivitas dapat diukur, konsep ini harus dioperasionalisasikan. Salah satu teknik agar konsep ini operasional adalah dengan menggunakan model pohon (tree). Kita dapat menggunakan skema Westerstahl (dikutip dari McQuail, 1992) untuk mengukur konsep objektivitas.

 



















Sumber : Disarikan dari McQuail (1992: 196-236)
Westerstahl (dikutip dari McQuail, 1992), membagi objektivitas ke dalam dua dimensi besar. Pertama, dimensi kognitif. Dimensi ini berkaitan dengan kualitas informasi dari suatu berita. Kedua, imparsialitas. Dimensi ini berkaitan dengan apakah suatu berita secara sistematis atau tidak menampilkan satu sisi atau dua sisi dari isu atau peristiwa yang diberitakan. Objektivita, dengan demikian dapat didekati dengan melihat dua dimensi, yakni sejauh mana kualitas informasi dan apakah semua sisi dari perdebadatan dan peristiwa telah diberitakan oloeh media. Untuk itu, kedua dimensi ini juga harus diturunkan ke dalam sub dan elemen yang lebih mikro.
Dimensi faktualitas berhubungan dengan kualitas informasi daru suatu berita. Dimensi ini diturunkan ke dalam dua subdimensi. Pertama, benar (truth). Sejauhmana beritamenyajikan informasi yang benar. Subdimensi ini dapat diturunkan ke dalam subdimensi yang lebih kecil lagi, yakni faktualitas (pemisahan fakta dari opini, komentar, interpretasi) ; akurasi (kesesuaian dengan fakta atau peristiwa yang sebenarnya), dan lengkap (semua fakta dan peristiwa telah diberitakan seluruhnya). Kedua, relevan. Apakah informasi yang disajikan dalam berita relevan atau tidak. Relevansi ini dapat diturunkan ke dalam subdimensi yang lebih kecil, yakni normative (relevansi dengan keyakinan umum) ; jurnalistik (relevansi sesuai dengan kesepakatan dan kebiasaan yang diterima oleh komunitas jurnalistik) ; khalayak (relevansi dari kacamata khalayak), dan dunia realitas. Sementara dimensi imparsialitas berkaitan dengan apakah berita telah menyajikan secara adil semua sisi dari peristiwa dan perdebatan yang diberitakan. Dimensi ini dapat diturunkan ke dalam dua subdimensi. Pertama, berimbang (balance). Kedua, netral.
 Konsep
Dimensi
Subdimensi
Variabel
Indikator
Butir (Lembar Coding)
Objektivitas
Faktualitas
Truth
Tingkat truth dalam berita
Faktualitas
Berikan skor atas faktualitas dalam berita
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Akurasi
Berikan skor atas faktualitas dalam berita
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Lengkap
Berikan skor atas faktualitas dalam berita
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).



Konsep
Dimensi
Subdimensi
Variabel
Indikator
Butir (Lembar Coding)


Relevansi
Tingkat truth dalam berita
Normatif
Berikan skor atas relevansi dari sisi normatif
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Jurnalistik
Berikan skor atas relevansi dari sisi jurnalistik
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Khalayak
Berikan skor atas relevansi dari sisi khalayak
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Real-world
Berikan skor atas relevansi dari sisi real-world
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Imparsialitas
Berimbang
Tingkat keberim- bangan berita
Akses- proporsional
Berikan skor atas akses- proporsional dalam berita
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Dua sisi
Berikan skor atas liputan dua sisi dalam berita
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Netral
Tingkat netralitas berita
Non- evaluatif
Berikan skor atas non- evaluatif dalam berita
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).
Non- sensasional
Berikan skor atas non- sensasional dalam berita
(1 = sangat baik; 10 = sangat buruk).

Rantai (Chains)
Modellain yang dapat dipakai untuk melakukan operasionalisasi konsep adalah rantai (chains). Model ini berbeda dengan model pohon (tree) yang diuraikan sebelumnya. Dalam model  pohon, operasionalisasi dibuat dalam bentuk berjenjang, seperti pohon. Dalam model rantai operasionalisasi menyimpang (horizontal), seperti sebuah rantai. Konsep diukur dari rangkaian-rangkaian dimensi dan variabel. Dimana model rantai, peneliti menggunakan banyak konsep, dan masing-masing konsep diukur dengan variabel dan indicator masing-masing. Karena itu, model ini disebut sebagai model rantai, karena mirip seperti rangkaian rantai.
Konsep
Dimensi
Variabel
Indikator
Butir (Lembar Coding)
Jenis kelamin
-
Jenis kelamin
Jenis kelamin
Jenis kelamin model dalam  iklan orang kulit hitam
(0 = laki-laki; 1 = perempuan).
Usia
-
Usia
Usia
Usia model dalam  iklan orang kulit hitam
(1 = anak-anak, 2 = remaja, 3 = dewasa, 4 = tua).
Gambar
-
Tipe gambar
Tipe gambar
Tipe gambar dalam  iklan orang kulit hitam
(1 = foto, 2 = gambar, 3 = kartun).
Posisi dalam iklan
-
Posisi dalam iklan
Posisi dalam iklan
Posisi model orang kulit hitam dalam iklan
(1 = kecil 2 = sedang, 3 = besar).
Interaksi
-
Jenis interaksi
Jenis interaksi
Jenis interaksi (1= menampilkan model seorang diri, 2 = interaksi social, 3 = interaksi kerja, 4 = tidak ada interaksi).


1 komentar:

TENIK MEMBUAT OPERASIONALISASI DARI KONSEP

Operasionalisasi pada dasranya adalah menurunkan konsep sehingga dapat menjadi operasional, dapat diukur (diteliti). Pekerjaan pentin...